Manajer Bank Bri Madiun Korupsi 21 Milliyar Untuk Bermain Judi Online

Manajer Bank Bri Madiun Korupsi 21 Milliyar Untuk Bermain Judi Online

Seorang manajer berinisial RS yang bekerja di bank BRI cabang Dolopo, Madiun harus berurusan dengan kepolisan karena melakukan tindakan pidana korupsi nasabah BRI sebersar Rp 2,1 miliar. Kini dirinya sudah di putuskan sebagai tersangka oleh pihak kejaksaan negeri kabupaten madiun, jawa timur.

Cara Tersangka Melakukan Korupsi Nasabah Untuk Bermain Judi Online

Sang tersangka memiliki jabatan sebagai relationship manajer sehingga memudahkan aksinya untuk membuka data-data nasabah yang telah mengajukan pinjaman ke pada bank BRI cabang dolopo, madiun tersebut. Terlebih lagi untuk nasabah yang ingin mengajukan pinjamanan dana atau kredit tentunya harus melalui RS sebagai jalan untuk proses peminjamannya selesai di cairkan.

Cara tersangka melakukan korupsi adalah dengan cara membuat buku rekening palsu dengan berbekal surat kuasa dari nasabah yang ingin mengajukan pinjaman atau kredit usaha. Untuk rekening palsu yang di buatk oleh RS menggunakan data-data keluarga korban yang tercantum dalam dokumen peminjaman. Setelah itu, uang tersebut di pindahkan dikit demi sedikit supaya aksi nya tidak terlalu mencolok ketahuan oleh pemilik data korban.

“RS sebagai reletionship manajer di bank BRI mempunyai tugas dalam memberikan pelayanan yang baik kepada nasabah dalam bentuk apapun itu salah satunya seperti pencairan dan pembukan. Namun dirinya menyalahgunakan kepercayaan yang sudah di berikan dan merugikan banyak pihak,” ungkap dari pihak kepala seksi pidana khusus kejaksaan negeri kabupaten madiun, Bayu Novrian Dinata pada haru kamis, 24/9/2020, di kutip dari henryforgovernor.com

Dan berdasarkan hasil penyidikan jaksa, sudah ada 11 nasabah yang menjadi korban dari kejahatan RS dalam kurun waktu setahun, mulai dari Agustus 2019 sampai dengan Agustus 2020.

RS pria yang sudah berkeluarga dan di karuniai 2 anak ini tentunya melakukan aksinya dengan cerdik yaitu dengan cara melakukan pemindahan dana dari rekening korban ke rekening fiktif yang sudah ia buat lantaran RS mengetahui bahwa setiap proses peminjaman dana tidak bisa langsung di cairkan seluruhnya oleh pihak nasabah.

“Pada saat uangnya sudah masuk tentunya langsung di tarik oleh pihak tersangka untuk dan di pindahkan ke rekening fiktif yang sudah di buat oleh RS dan uangnya pun langsung digunakan oleh RS untuk bermain judi online di idn poker dan juga di pakai untuk kebetuhan pribadi nya”

Tujuan awal RS melakukan tindakan pidana ini sebenarnya hanya ingin meminjam uang dari nasabah untuk bermain judi, karena jika dirinya sudah menang banyak dari permainan judi maka dirinya akan mengembalikan uang tersebut ke pihak korban. Namun sayangnya RS selalu kurang beruntung dalam dunia perjudian sehingga lebih sering menelan kekalahan dan tidak bisa mengembalikan uang yang sudah di korupsi.

Kronologi Sebelum Kasus RS Terbongkar

Kasus ini mulai terbongkar ketika ada dua nasabah menyadari kalau uang mereka di tabungan hilang begitu saja. “Kasus ini mulai ketahuan ketika ada salah satu debitur ingin mencairkan dana pinjamannya dan pihak debitur tersebut merasa bahwa dirinya masih memiliki sejumlah uang yang tersimpan didalam tabungannya namun hilang begitu saja,” keterangan dari Bayu.

Ketika menghampiri petugas teller tentunya debitur sangat kaget dan tidak percaya dengan penjelasan yang di sampaikan oleh teller bahwa sebenarnya debitur sudah menarik semua uangnya beberapa hari yang lalu.

Lihat Juga : Borussia Dortmund Bermitra Dengan Sbobet

Namun, karena pihak debitur tidak merasa bahwa dirinya pernah melakukan hal tersebut tentunya dilakukan pengecekan rekening koran baru ketahuan bahwa ada hal yang aneh dan tidak masuk akal terhadap uang yang sudah disimpannya itu.

Mengetahui masalah tersebut tentunya pihak bank BRI melakukan audit internal dan terungkap juga ternyata ada 11 debitur yang mengalami nasib seruba yang di sebabkan oleh tindakan tersangka RS. Dari sekian banyaknya debitur yang menjadi korban, tentunya mereka tidak ada yang menyadari akan hilangnya uang mereka didalam rekening. Namun hanya satu debitur yang menyadari dan membuka kasus ini ke jalur hukum.

Karena uang tersebut masih berada dalam pengawasan pihak BRI maka bank tersebut harus me-recovery dan BRI harus mengganti uang korban akibat dari kasus yang dilakukan RS. Atas kejadian ini tentunya masuk ke ranah korupsi karena BRI merupakan bank yang di kelola oleh pemerintah dan ada uang negara yang tersimpan di dalamnya.

Budi Santoso selaku pimpinan cabang BRI Madiun mengatakan bahwa menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada hukum.

“Jadi kasus ini sudah di serahkan oleh kejaksaan kabupaten madiun dan kami percayakan kepada kejaksaan” ujar Budi saat melakukan konfirmasi melalui telepon.”

Tersangka RS di jerat dengan pasal 2, 3 dan 4 undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi dan terancam di penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *