Presiden Jokowidodo - Virus Corona

Menghentikan Penyebaran Virus Corona Dengan Melakukan Lockdwon, Efektifkah?

Saat ini masyarakat Indonesia yang sudah positif terkena virus corona (COVID-19) sudah mencapai angka 117 sampai tanggal 16 maret 2020. Sehingga presiden Indonesia Jokowi Widodo untuk menghimbau kepada masyarakatnya untuk bekerja dirumah, belajar dari rumah dan juga ibadah dari rumah. Dan untuk beberapa sekolah di jakarta pun sudah diliburkan selama 2 pekan kedepan serta terkait dengan waktu Ujian Nasional resmi di undur. Pemerintah juga menerapkan kebijakan lockdown (menutup kota atau negara) supaya penyebaran virus ini tidak semakin luas.

Bagi orang yang memiliki bisnis tentu hal ini tidak menjadi masalah untuk berdiam diri dirumah sambil mengontrol bisnisnya melalui smartphone atau laptop, tapi bagi orang yang bekerja sebagai karyawan biasa yang memiliki penghasilan UMR tentu kebijakan ini tidak akan diterapkan. Karena setiap perusahaan tentu tidak ingin usaha nya mati tidak beroperasi begitu saja, kecuali perusahaan-perusahaan besar dan bonafit mungkin mau untuk menerapkan kebijakan ini.

Yang terpenting adalah masyarakat yang ingin bekerja sebaiknya menjaga diri mereka dengan baik, seperti memakai masker, sesering mungkin cuci tangan, istirahat yang cukup dan jangan lupa untuk banyak minum vitamin. Sebagai perusahaan yang baik, seharusnya memiliki tanggungjawab demi keselamatan kerja para karyawannya dengan menyediakan masker dan vitamin gratis untuk setiap karyawannya.

Lucunya Masyarakat Indonesia Dalam Menyalahgunakan Kebijakan Lockdown Ini

Pemerintah menerapkan kebijakan lockdown supaya virus corona tidak semakin menyebar ke wilayah indonesia sehingga meliburkan sekolah dan memberikan saran kepada pemilik perusahaan bahwa untuk menyuruh setiap karyawannya bekerja di rumah. Namun masyarkat Indonesia justru merespon kebijakan ini dengan hal yang konyol, yaitu memanfaatkan kebijakan ini untuk berpergian ke puncak.

Dikabarkan kabar hari ini bahwa banyak kendaraan dari jakarta memadati arus lalu lintas ke arah puncak bogor atau tempat wisata di bogor karena tempat wisata di jakarta sudah resmi di tutup sampai tanggal 28 maret 2020.

Apakah kebijakan ini seperti blunder untuk pemerintahan sendiri? Efektifkah kebijakan ini untuk masyarakat yang tidak bisa di atur ini? Lalu ketika virus ini sudah menyebar semakin luas justru banyak masyarakat yang menyalahkan pemerintah karena kurang cepat bertindak untuk mencegah virus ini semakin ganas lagi.

Masyarakat Indonesia adalah orang-orang yang keras kepala dan tidak bisa di atur, ketika anda diberikan kebijakan untuk bekerja dirumah sebaiknya anda benar-benar bekerja dirumah dan jangan manfaatkan kebijakan ini untuk kepentingan lain yang mengundang virus tersebut untuk masuk kedalam tubuh anda dan anda menjadi sumber penyakit bagi sekitar lingkungan anda, bahkan keluarga yang anda sayangi pun memiliki tingkat resiko untuk ikut terkena dampak tersebut.

Virus corona bukan suatu bahan candaan yang bisa di tertawakan bersama, dan virus ini juga bisa merebut nyawa banyak orang jadi jangan pernah menganggap remeh dengan virus ini. Selalu jaga kesehatan itu sangat penting, untuk bisa menghentikan virus ini maka dimulai dari kesadaran diri kita masing-masing dengan menjaga kesehatan. Jika anda merasa kurang sehat sebaiknya periksa diri anda dan jangan takut atau langsung berasumsi bahwa penyakit yang anda alami merupakan gejala dari virus corona. Ketika anda mengalami gejala dibawah ini, sebaiknya periksa diri anda ke dokter untuk memastikan bahwa sakit yang anda alami bukan lah penyakit dari virus corona. Berikut gejala virus corona:

  1. Demam.
  2. Pilek.
  3. Sakit Tenggorokan.
  4. Batuk.
  5. Sulit Bernafas.

Ketika anda mengalami kelima gejala tersebut, sebaiknya periksa diri anda ke dokter untuk memastikan lebih lanjut untuk melihat hasilnya apakah anda positif kena corona atau negatif.
Sekian informasi yang bisa saya bagikan ini, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan salah satu untuk mencegah virus ini semakin menggila harus dimulai dari diri sendiri untuk peduli dan memperhatikan kesehatan kita masing-masing.